Kamis, 09 April 2015

Pengertian Break Even Point (BEP)

Pengertian Break Even Point (BEP) – Break Even Point merupakan titik impas, keadaan dimana jumlah pendapatan dan biaya seimbang, sehingga tidak memperoleh untung tapi juga tidak mengalami kerugian.

BEP sangat berguna untuk yang ingin melakukan usaha karena dapat menganalisis banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau berapa banyak produk yang harus dijual untuk mendapat setidaknya titik impas.

Untuk mengetahui BEP, Anda harus mengetahui beberapa hal, yaitu :
Fixed Cost. Adalah biaya tetap yang setiap bulan selalu rutin sebagai pengeluaran contohnya biaya tenaga kerja atau biaya penyusutan.
Variabel Cost. Adalah biaya yang berbeda tergantung dari volume produk yang dihasilkan, contohnya biaya bahan baku atau biaya air dan listrik.
Selling Price. Harga jual per unit yang ditetapkan.

Contoh Rumus untuk mengetahui Break Even Point (Titik Impas) 

Diketahui :
Biaya Tetap Rp 7.000.000
Biaya Variabel per unit Rp 8.000
Harga Jual per unit Rp 10.000
Laba yang diharapkan Rp 3.000.000

Ditanya :
Break Even Point ?
Berapa barang yang harus di jual untuk mendapat laba yang diharapkan ?

Jawab : 

Penghitungan BEP Unit
BEP = FC / (P – VC)
BEP = Rp 7.000.000 / (Rp 10.000 – Rp 8.000)
BEP = 3500 unit (Titik impas saat perusahaan menjual 3500 unit)

Perhitungan Laba yang diharapkan 
Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)
Laba = (Rp 7.000.000 + Rp 3.000.000) / (Rp 10.000 – Rp 8.000)
Laba = Rp 10.000.000 / 2000 
Laba = 5000 unit (Perusahaan harus menjual 5000 unit untuk laba yang diharapkan)
Suka Dengan Artikel Ini ?

0 komentar "Pengertian Break Even Point (BEP)", Baca atau Masukkan Komentar

Posting Komentar

 
 
Copyright © 2013. Ilmu Akuntansi dan Ekonomi - All Rights Reserved
Design by Luhur Muhammad Fatah | Powered By Blogger.com